Rabu, 24 Oktober 2012

Mine Design

Sekolah lagi yukk...

Mine Design atau desain tambang adalah upaya yang dilakukan untuk memvisualisasikan model model rencana tambang ke dalam bentuk visual/gambar yang terperinci.

Berdasarkan metodanya, tambang terbagi atas 2 jenis yaitu Tambang Permukaan (Surface Mining) dan Tambang Bawah Permukaan (Underground Mining).
Pada dasarnya cara berpikir ketika membuat desain tambang baik itu tambang permukaan ataupun bawah permukaan sama saja. 
Bagaimana mengambil bahan galian secara efektif dan efisienlah yang menjadi tujuan dalam pembuatan desain tambang, oleh karena itu hal hal detail tersebut harus tercantum di dalam bentuk visual desain tambang.

Secara umum dalam desain tambang dimuat ;
 A. Surface Mining
1. Garis kontur topografi, yaitu garis garis yang menunjukan elevasi yang sama di suatu daerah
2. Desain bukaan tambang, yang terdiri atas ; bench (toe and crest), coal bedding, overburden, hauling road, sump
3. Disposal area
4. Topsoil Stockpile
5. ROM stockpile
6. Settling Pond

B. Underground Mining
1. Garis kontur topografi, yaitu garis garis yang menunjukan elevasi yang sama di suatu daerah
2. Desain bukaan tambang, yang terdiri atas ; shaft, tunnel, channel, pit area, sump
3. Support model
4. ROM stockpile
5. Processing unit
6. Settling pond

Data Data Yang Dibutuhkan :
1. Data Teknis ; singkapan, pemboran, pola aliran air, pemetaan topografi, struktur geologi, geologi teknik, lab. sample analisis, alat berat yang akan digunakan,  dll
2. Production scheduled untuk pembuatan mine scheduling

Tahapan Pembuatan Desain Tambang
1. Collecting semua data teknis dan analisisnya
Perhatikan data data tersebut mulai dari sejarah pengambilan data hingga analisisnya di bagian eksplorasi. Penting untuk memahaminya agar kecendrungan simpangan data akibat 'kesalahan' pengambilan dan analisis bisa ditemukan sejak awal pekerjaan sehingga kesalahan pada desain bisa diminimalisir.
2. Mendapatkan informasi dari managemen berkenaan dengan rencana produksi, umur tambang, penggunaan alat berat, dll
Berkaitan dengan model visualisasi desain tambang nantinya dan juga rencana kemajuan tambang yang dikehendaki.
3. Dapatkan rencana pengolahan bahan galian
Berkaitan dengan rencana kapasitas pengolahan, fasilitas fasilitas pendukungnya, bentuk end produk yang diinginkan, analisis lokasi yang cocok untuk semua fasilitas tadi seperti stockpile, pabrik, smelter dll
4. Dapatkan rencana pengelolaan lingkungan
Berkaitan dengan dokumen AMDAL/ANDAL/RKL/UPL dll yang telah disepakati dengan pemerintah dan masyarakat setempat.
3. Breakdown-kan semua data data tadi plus rencana produksi dan penggunaan alat berat kedalam bentuk visual.
Hal yang sangat penting adalah menentukan area pit berdasarkan target produksi harian-bulanan-triwulan-tahunan sehingga tahapan tahapan penambangan nantinya tidak saling tumpang tindih. Perhatikan pula rencana penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan akses keluar-masuknya seperti di jalan angkut, shaft atau tunnel. Perhatikan pula jarak buang tanah penutup ataupun lokasi bahan galian harus disesuaikan dengan produktifitas maksimal dari semua unit alat berat yang digunakan.

end...

Note : Let's Discuss..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar